Leksikon Penamaan Tradisi Perkawinan Adat Sunda di Kecamatan Bayah Kajian Etnolinguistik dan Implikasinya terhadap Pembelajaran Muatan Lokal
DOI:
https://doi.org/10.57121/meta.v7i1.296Abstrak
Abstrak
Leksikon merupakan sebuah kumpulan atau daftar kata yang ada dalam suatu bahasa, beserta informasi mengenai makna, bentuk, dan penggunaannya. Leksikon bisa diartikan sebagai kamus atau kosakata yang digunakan dalam bahasa tertentu, yang berfungsi untuk memberikan pemahaman tentang arti kata, bentuk gramatikal, dan hubungan antar kata. Tujuan penelitian ini yaitu (1) mendeskripsikan bentuk leksikon penamaan tradisi perkawinan adat Sunda di Kecamatan Bayah, (2) mendeskripsikan makna leksikon penamaan tradisi perkawinan adat Sunda di Kecamatan Bayah, dan (3) menjelaskan implikasi temuan leksikon penamaan tradisi perkawinan adat Sunda di Kecamatan Bayah terhadap pembelajaran muatan lokal di SMP. Studi ini menggunakan metode analisis deskriptif kualitatif dengan teknik analisis pilah unsur penentu (PUP). Hasil penelitian menunjukkan bahwa leksikon dan makna budaya tradisi perkawinan ditemukan berjumlah 21 buah. Leksikon tradisi perkawinan yang termasuk ke dalam kata monomorfemis ditemukan berjumlah 2 buah, diantaranya leksikon Ngala dan Sungkem. Leksikon yang termasuk ke dalam kata polimorfemis ditemukan 7 buah, diantaranya leksikon Nanyaan, Ngajadikeun, Lamaran, Siraman, Lengseran, Seserahan, dan Manyoan. Leksikon yang termasuk frasa verbal ditemukan berjumlah 5 buah, diantaranya leksikon Neunden Omong, Buka Pintu, Nincak Endog, Meupeuskeun Kendi, dan Patarik-tarik Bakakak. Leksikon yang termasuk frasa nominal ditemukan 7 buah, diantaranya leksikon Seren Sumeren, Khutbah Nikah, Akad Nikah, Sawer Panganten, Meuleum Harupat, Huap Lingkung, dan Huap Pamungkas. Makna budaya yang terkandung dalam leksikon-leksikon ini diperoleh melalui transkripsi wawancara dengan narasumber yang mengetahui tradisi tersebut. Temuan ini tidak hanya memperkaya pemahaman tradisi perkawinan adat Sunda, tetapi juga memberikan kontribusi penting dalam pembelajaran muatan lokal di SMP sebagai upaya pelestarian budaya.
Kata kunci: Etnolinguistik, Leksikon Tradisi Perkawinan, Pembelajaran Muatan Lokal
Unduhan
Referensi
Abdullah. 2013. Etnolinguistik: Teori, Metode dan Aplikasinya. Solo: UNS Press.
Adib, K. 2024. Beradaptasi atau Mati Santri Milenial Harmoni antara Tradisi dan Teknologi. Surabaya: Inoffast Publishing.
Andini, H. 2017. Makna Kultural Dalam Leksikon Perlengkapan Seni Begalan Masyarakat Desa Selakambang Kecamatan Kaligondang Kabupaten Purbalingga. Skripsi Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Semarang.
Arifin, Z., Ulfa, S., & Praherdhiono, H. (2018). Pengembangan kurikulum muatan lokal karawitan sebagai upaya mengkonstruksi pengetahuan dan pelestarian budaya jawa di jenjang sma. JKTP: Jurnal Kajian Teknologi Pendidikan. Vol. 1(2), 123-132.
Baehaqie, I. 2017. Etnolinguistik Telaah Teoritis dan Praktis. Surakarta: Cakrawala Media.
Djajasudarma, F. (2010). Metode Linguistik:Ancangan Metode Penelitian dan Kajian. Bandung: PT Refika Aditama.
Chaer, A. (2007). Linguistik Umum. Jakarta: PT Rineka Cipta.
Chaer. Abdul.2012. Linguistik Umum. Yogyakarta: Rineka Cipta.
Chairunnisa, C. & Yuniati, I. (2018). Bahasa dan kebudayaan. Unes Journal of Education Scienties, 2(1), 48-61.
Fadillah, M. N. (2023). Pesan Dakwah Kultural Tradisi Kenduri Kematian di Desa Kampung Baru. Sumedang: Mega Press Nusantara.
Kridalaksana, H. 2008. Kamus Linguistik. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
Komariyah, S. 2018. Leksikon Peralatan Rumah Tangga Berbahan Bambu Di Kabupaten Magetan (Kajian Etnolinguistik). Paramasastra: Jurnal Ilmiah Bahasa Sastra Dan Pembelajarannya. Vol. 5(1), 1-20.
Laili, E. N. 2020. Pendidikan Karakter Dan Anti-Radikalisme Dalam Leksikon Kepesantrenan: Telaah Etnolinguistik. Jombang: Penerbit LPPM Unhasy Tebuireng Jombang.
Lihawa, K. 2024. Leksikon dan Nilai-Nilai Budaya dalam Ritual Mome'ati Suatu Kajian Semiotika. Sleman: Deepublish Digital.
Mahsun. 2017. Metode Penelitian Bahasa Edisi Ketiga (Tahapan, Strategi, Metode dan Tekniknya). Depok: PT Raja Grafindo Persada.
Maram, R. (2000). Manusia dan Kebudayaan dalam perspektif Ilmu Budaya Dasar. Jakarta: PT Rineka Cipta.
Mutmainna, et. al. 2024. Tradisi Mappaenre Bunge dalam Perspektif Agama dan Kesehatan. Jogjakarta: KBM Indonesia.
Muslich, M. 2010. Text Book Writing. Jakarta: Ar-Ruzz Media.
Neonbasu, G. (2020). Sketsa Dasar:Mengenal Manusia dan Masyarakat (Pintu Masuk Ilmu Antropologi). Jakarta: Kompas Media Nusantara.
Ramlan, M. 2005. Ilmu Bahasa Indonesia: Sintaksis. Yogyakarta : CV Karyono.
Rosidin, O. 2015. PERCIKAN LINGUISTIK: Pengantar Memahami Ilmu Bahasa. Serang: Untirta Press.
Rosidin, O. (2019). Percikan Linguistik Pengantar Memahami Ilmu Bahasa. Serang: Untirta Press.
Sahriana, S., Munirah, M., & Jam'an, A. (2021). Klasifikasi Bunyi Leksikon di Dataran Tinggi dan Dataran Rendah Kabupaten Gowa. AUFKLARUNG: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pembelajarannya, 1(1), 17-24.
Sari, D. O. (2015). Leksikon Perikanan di Rawa Pening Ambarawa. Skripsi Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Semarang.
Sibarani, R. 2004. Antropolinguistik. Medan: Penerbit Poda.
Sibarani, R. 2024. ANTROPOLINGUISTIK: Sebuah Pendekatan. Jakarta. Penerbit Yayasan Pustaka Obor Indonesia.
Sudaryanto. 2015. Metode dan Aneka Teknik Analisis Bahasa. Yogyakarta: Duta Wacana University.
Simpen, W. 2021. Morfologi Kajian Proses Pembentukan Kata. Jakarta: PT Bumi Aksara.
Sugianto. (2017). Etnolinguistik Teori dan Praktik. Ponorogo: CV. Nata Karya.
Suktiningsih, W. 2016. Dimensi Praksis dan Model Dialog Leksikon Fauna Masyarakat Sunda: Kajian Ekolinguistik. Retorika: Jurnal Ilmu Bahasa. Vol. 2(1), 142-160.
Sumarsono. 2002. Sosiolinguistik. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Suwandana, E. (2020). Makna Leksikal Dan Makna Kultural Tradisi Tani Clorotan, Keleman Dan Wiwitan Serta Nilai Pendidikan Karakter Di Desa Gayaman Kecamatan Mojoanyar Kabupaten Mojokerto (Doctoral dissertation, Universitas Islam Majapahit).
Syaifuddin, M. A., & Fahyuni, E. F. (2019). Penguatan Pendidikan Karakter Melalui Kurikulum Muatan Lokal di SMP Muhammadiyah 2 Taman. Palapa, Vol. 7(2), 267-285.
Tamara, V. Makna Filosofis Tradisi Wiwitan di Desa Beged Kecamatan Gayam Kabupaten Bojonegoro. Skripsi Jurusan Aqidah dan Filsafat Islam Fakultas Ushuluddin dan Humaniora Universitas Islam Negeri Walisongo Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang.
Purnomo, T. T. 2022. Kecamatan Bayah Dalam Angka BAYAH SUBDISTRICT IN FIGURES. Badan Pusat Statistik Kabupaten Lebak.
Putri, I. S. K., Heryana, N., & Syahrani, A. (2018). Klasifikasi Satuan Lingual Leksikon Keramik Di Desa Sakok, Kelurahan Sedau, Kota Singkawang. Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa (JPPK). Vol. 7(9), 1-12.
Verhaar, J. W. M. 2012. Asas-Asas Linguistik Umum. Yogyakarta: Gajah Mada University Press.
Wati, W., Hidayat, M. S. B., Sulastri, S. Y., & Fadoli, A. (2024). Bentuk Leksikon Tradisi Tulak Bala di Desa Belukur Makmur Kecamatan Rundeng Kota Subulussalam. LITERATUR: Jurnal Bahasa dan Sastra, 6(1), 211-240.
Wirabhakti, A. 2021. Implementasi Manajemen Kurikulum dan Pembelajaran Muatan Lokal Program Kepesantrenan di Sekolah. Nizamul 'Ilmi: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam (JMPI). Vol. 6(1), 49-61.
Zahro, F., Wahyuningsih, R. S., & Afkar, T. (2024). Leksikon Makanan Jalanan Asal Luar Negeri di Kota Mojokerto: Kajian Etnolinguistik. Semantik: Jurnal Riset Ilmu Pendidikan, Bahasa dan Budaya. Vol. 2(2), 264-280.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2025 Cici Suci Yanti, Odien Rosidin, Arip Senjaya

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.

Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4.0 Internasional.



