Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis dan Kecemasan Matematika Siswa Pada Pembelajaran Creative Problem Solving dan Problem Based Learning
DOI:
https://doi.org/10.57121/22rmn285Keywords:
Creative Problem Solving (CPS), Problem Based Learning (PBL), kemampuan pemecahan masalah matematis, kecemasan matematikaAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji perbandingan pencapaian dan peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematis serta mengkaji perbedaan kecemasan matematika antara siswa yang memperoleh pembelajaran Creative Problem Solving dan Problem Based Learning. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen kuasi dengan desain pretest-postest two treatment design. Penelitian ini dilakukan pada siswa kelas VII di SMP Negeri di Kabupaten Pandeglang. Instrumen penelitian yang digunakan meliputi tes kemampuan pemecahan masalah, angket kecemasan matematika dan lembar observasi. Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji non parametric yaitu uji Mann-Whitney. Hasil penelitian ini yaitu: (1) terdapat perbedaan pencapaian kemampuan pemecahan masalah matematis antara siswa yang memperoleh model CPS dan siswa yang memperoleh PBL; (2) terdapat perbedaan peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematis antara siswa yang memperoleh model CPS dan siswa yang memperoleh PBL ditinjau secara keseluruhan; (3) terdapat perbedaan peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematis antara siswa yang memperoleh model CPS dan siswa yang memperoleh PBL ditinjau berdasarkan KAM tinggi; (4) tidak terdapat perbedaan peningkatan kemampuan pemecahan masalah antara siswa yang memperoleh model CPS dan siswa yang memperoleh PBL ditinjau berdasarkan KAM sedang dan rendah; (5) tidak terdapat perbedaan kecemasan matematika antara siswa kelas CPS dan siswa kelas PBL
Downloads
References
Alpert, R. & Haber, R.N., (1960). Anxiety in academic achievement situations. Journal of abnormal and social psychology. 61(2), hlm. 207-215.
Anita, I. W., (2014). Pengaruh kecemasan matematika (mathematics anxiety) terhadap kemampuan koneksi matematis siswa SMP. Infinity: Jurnal Ilmiah Program Studi Matematika STKIP Siliwangi Bandung. 3(1), hlm. 125-132.
Arends, R. (2008). Belajar untuk mengajar. Edisi ketujuh. Diterjemahkan oleh: Helly dan Sri. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Arikunto, S. (2012). Dasar-dasar evaluasi pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara.
Ashcraft, M. H. (2002). Math anxiety: personal, educational, and cognitive consequences. Psychological Science, 11(5), 181-185.
Auliya, R.N. (2013). Pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe CRH (Course, Review, Hurrey) terhadap kemampuan pemahaman matematis dan kecemasan matematika siswa SMP. (Tesis). Sekolah Pascasarjana, Universitas Pendidikan Indonesia, Bandung.
Charles, R. dkk. (1987). How to evaluate progress in problem solving. Virginia: NCTM.
Cohen, L., Manion, L., & Morrison, K. (2007). Research method in education. New York: Routledge.
Depdiknas. (2003). Undang-Undang RI No.2 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Jakarta: Depdiknas.
Hafitria, S. (2015). Meningkatkan kemampuan pemecahan masalah dan berpikir kreatif matematis siswa SMP dengan menggunakan pendekatan pembelajaran creative problem solving. (Tesis). Sekolah Pascasarjana, Universitas Pendidikan Indonesia, Bandung.
Hake, R. R. (1999). Analyzing change gain scores. [Online]. Tersedia di: http://www.physics.indiana.edu/~sdi/AnalyzingChange-Gain.pdf
Herman, T. (2007). Pembelajaran berbasis masalah untuk meningkatkan kemampuan berpikir matematis tingkat tinggi siswa sekolah menengah pertama. Journal Educationist. I(1) hlm. 47-56.
Isaken, S.G. 1995. On the conceptual foundation of creative problem solving: a response to magyari-beck. Basil Blackwell Ltd, 4(1), hlm. 52-63.
Khairani. (2016). Perbandingan kemampuan penalaran aljabar dan math anxiety antara siswa yang belajar melalui model 7E learing cycle dan siswa yang belajar melalui model concept attainment. (Tesis). Sekolah Pascasarjana Universitas Pendidikan Indonesia, Bandung.
Kusmawan, W. (2012). Meningkatkan kemampuan berpikir kreatif dan pemecahan masalah matematik siswa madrasah aliyah dengan menggunakan investigasi kelompok. (Tesis). Sekolah Pascasarjana Universitas Pendidikan Indonesia, Bandung.
Lang, H, R & Evans, D, N. (2006). Models, strategies, and methods for effective teaching. United State: Pearson Education.
Lestari, W.D. (2014). Peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematis dan habits of managing impulsivity siswa SMP melalui pembelajaran kooperatif tipe group investigation berbantuan proyek. (Tesis) Sekolah Pascasarjana Universitas Pendidikan Indonesia, Bandung.
Lukas, A. (2015). Meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematika dan aktivitas siswa melalui pembelajaran Problem Based Learning (PBL). (Tesis). Universitas Pasundan: Bandung.
Myrmel, M.K. (2003). Effect of using creative problem solving in English Grade technology education class at Hopkins North Junior High School. A research paper, the graduate school, University of Wisconsin-Stout, August 2003. [online]. Tersedia: http://www.uwstout.edu/content/lib.thesis/2003/2003myrmel.pdf [20 Mei 2018]
NCTM. (2000). Principles and standards for school mathematics. Virginia: NCTM.
NCTM. (2010). Why is teaching with problem solving important to student learning. United Stated: NCTM.
Newstead, K. (1998). Aspect of children’s mathematics anxiety. Educational Studies in Mathematics, 36(1), hlm. 53-71.
Ngalimun. (2017). Strategi pembelajaran dilengkapi dengan 65 model pembelajaran. Yogyakarta: Parama Ilmu.
Nurmutia, H. (2017). Perbandingan kemampuan pemecahan masalah matematis antara siswa yang memperoleh pembelajaran model eliciting activities dan problem based learning ditinjau dari gaya kognitif. (Tesis). Sekolah Pascasarjana Universitas Pendidikan Indonesia, Bandung.
Ormrod, J,E. 2009. Psikologi pendidikan. Edisi Keenam. Diterjemahkan oleh Amitya. Jakarta: Erlangga.
Pepkin, K. L. 2004. Creative problem solving in math. Houston: University Houston.
Polya, G. (1973). How to solve it. a new aspect of mathematical method. second edition. New Jersey: Princeton University Press.
Putra, R. W. Y. (2014). Penerapan pembelajaran konflik kognitif untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah dan komunikasi matematis siswa SMA. (Tesis). Sekolah Pascasarjana Universitas Pendidikan Indonesia, Bandung.
Richardson, F.C., & Suinn, R.M. (1972). The mathematics anxiety rating scale: Psychometric data. Journal of Counseling Psychology, 19(6), hlm. 551-554.
Reys, R. dkk. (2012). Helping children learn mathematics. 10th Edition. United States: Wiley.
Rusman. (2014). Model-model pembelajaran: mengembangkan profesionalisme guru. Jakarta: Rajawali Press.
Russeffendi, E.T. (2006). Pengantar kepada membantu guru mengembangkan kompetensinya dalam pengajaran matematika untuk meningkatkan CBSA. Bandung: Tarsito.
Santrock, J,W. (2011). Educational psychology fifth edition. New York: McGraw-Hill.
Savery, J. R. (2006). Overviews of problem based learning: Definitions and distinctions. The Interdisciplinary Journal of Problem-Based Learning. 1(1).
Setiawan. (2008). Pembelajaran berbasis masalah untuk meningkatkan kemampuan komunikasi dan pemecahan masalah matematika siswa sekolah menengah pertama. (Tesis). Sekolah Pascasarjana Universitas Pendidikan Indonesia, Bandung.
Shadiq, F. (2009). Model-model pembelajaran matematika SMP. Yogyakarta: Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidikan dan Tenaga Kependidikan Matematika Depertemen Pendidikan Nasional.
Slavin, R. (2011). Psikologi Pendidikan. Teori dan Praktek. Edisi kese
Sudarman. (2007). Problem based learning: Suatu model pembelajaran untuk mengembangkan dan meningkatkan kemampuan memecahkan masalah. Jurnal Pendidikan Inovatif.. 2(2).
Sumarmo, U (2013). Kumpulan Makalah Berpikir dan Disposisi Matematika serta Pembelajarannya. Bandung: UPI.
Soemarmo, U dan Hendriana, H. (2014). Penilaian pembelajaran matematika. Bandung: Refika Aditama.
Sudarman. (2007). Problem based learning: Suatu model pembelajaran untuk mengembangkan dan meningkatkan kemampuan memecahkan masalah. Jurnal Pendidikan Inovatif.. 2(2).
Sudjana. (2002). Metoda statistika. Bandung: Tarsito.
Sugiyono. (2010). Metode penelitian pendidikan: Pendekatan kuantitaif, kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Suherman, E. (2001). Evaluasi proses dan hasil belajar matematika. Jakarta: Universitas Terbuka.
Suherman, E. dkk. (2003). Strategi pembelajaran matematika kontemporer. Bandung: Universitas Pendidikan Indonesia.
Sundayana. (2018). Penggunaan desain pembelajaran assure untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah, komunikasi dan kemandirian belajar matematika siswa kelas VII. (Tesis). Sekolah Pascasarjana, Universitas Pendidikan Indonesia, Bandung.
TIMSS. (2011). Timss 2011 international results in mathematics. United State: TIMSS & PIRLS International Study Center.
Troutman, A, P. & Lichtenberg, B, K. (1982). Mathematics:a good beginning strategies for teaching children. Second Edition. California: Cole Publishing Company.
Uno, H.B. & Mohammad, N. (2012). Belajar dengan pendekatan PAIKEM. Bumi Aksara: Jakarta.
Wachrodin. (2017). Peningkatan kemampuan pemecahan masalah dan keaktifan siswa melalui Problem Based Learning (PBL) dengan penugasan berstruktur. Jurnal penelitian pendidikan. 31(1) hlm. 85-94.
Wahidin. (2010). Pengaruh pembelajaran berbantuan alat peraga terhadap kemampuan penalaran dan pemecahan masalah matematik siswa SMP. (Tesis). Sekolah Pascasarjana, Universitas Pendidikan Indonesia, Bandung.
Zakaria, E., & Nordin, N. M. (2008). The effects of mathematics anxiety on matriculation student as related to motivation and achievement. Eurasia Journal of Mathematics, Science & Technology Education, 4(1), hlm. 27-30.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Arina Nur Indriani

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4.0 Internasional.



