Persepsi Manfaat Micro Teaching Terhadap Peningkatan Kompetensi Guru Dalam Aspek Pedagogik dan Kepribadian Pada Mahasiswa KKN STKIP Babunnajah

Authors

  • Irfan Bahtiar STKIP Babunnajah Pandeglang
  • Teguh Ardianto STKIP Babunnajah Pandeglang
  • Andri Imam Subekhi STKIP Babunnajah Pandeglang

DOI:

https://doi.org/10.57121/meta.v4i2.29

Keywords:

Perception, Micro teaching, teacher competence, pedagogic aspects, personality aspects

Abstract

The purpose of this article is to analyze the effect of student perceptions of the role of micro teaching courses on student teaching readiness. This type of research is descriptive quantitative. The population in this study were students of STKIP Babunnajah Pandeglang batch 2018 who had completed micro teaching and the Education Field Experience Program course with a total of 26 people. The sampling technique was purposive random sampling. Research data is primary data collected by questionnaire distributed via google form. The data were analyzed by descriptive analysis assisted by SPSS software. The results showed that STKIP Babunnajah Pandeglang students had a high perception of micro teaching learning in supporting the ability of pedagogic aspects and personality aspects with a perception value of 4.32 in the pedagogic aspect and 4.5 in the personality aspect.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Ahmadi dkk. (2011). Strategi Pembelajaran Sekolah Terpadu. Jakarta: PT. Prestasi. Pustakaraya.

Arikunto, Suharsimi. (1992). Prosedur Penelitian. Jakarta: Rineka Cipta.

Arikunto, Suharsimi. (2010). Prosedur penelitian : Suatu Pendekatan Praktik. (Edisi Revisi). Jakarta : Rineka Cipta.

Djamarah Syaiful Bahri. (2002). Strategi Belajar Mengajar. Jakarta : Rineka Cipta

Asril, Z. (2012). Micro Teaching : Disertai Dengan Pedoman Pengalaman Lapangan. Jakarta: Rineka Cipta.

Djamarah, S. B. (2005). Guru dan Anak Didik Dalam Interaksi Edukatif . Jakarta: Rineka Cipta.

Hamalik, O. (2009). Proses Belajar Mengajar . Jakarta : Bumi Aksara

Hasibuan. (2012). Proses Belajar Mengajar . Bandung : Remaja Rosdakarya.

Jalaludin, Asep. (2015). Pengertian Micro Teaching. https://www.scribd.com/doc/25 2565605/Pengertian-Micro-Teaching. Diunduh pada tanggal 2 Juni 2022, 10.04

Kunandar. (2010). Guru Profesional, Implementasi KTSP dan Sukses Dalam Sertifikasi Guru . Jakarta : Rajawali Pers.

Masugino, Dwi Yulianti, Sumiyadi, Wardi. (2014). Relevansi Kompetensi Mahasiswa Praktik Pengalaman Lapangan Dalam Implementasi Kurikulum 2013. Semarang. Universitas Negeri Semarang.

Muller, Johaness. (2006). Perkembangan Masyarakat Lintas Ilmu. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama

Mulyasa, E. (2009). Menjadi Guru Profesional. Bandung: PT Remaja. Rosdakarya.

Rahmi, E., Education, E., Economics, F., & Padang, U. N. (2018). The Analysis of Pedagogical Content Knowledge of Teacher Candidates, 57(Piceeba), 604–609.

Sagala, S. (2008). Konsep dan Makna Pembelajaran Untuk Membantu Memecahkan Problematika Belajar Mengajar. Bandung : Alfabeta .

Saputri, D. N. (2013). Pengaruh Micro Teaching dan Bimbingan Guru Pamong Terhadap Kemampuan Mengajar Mahasiswa PPL FKIP UNS Surakarta . Jurnal Pendidikan UNS , 1-11.

Slameto. (2013). Belajar dan Faktor-Faktor Yang Mempengaruhinya . Jakarta : Rineka Cipta.

Sugiyono. (2007). Statistika Untuk Penelitian. Bandung: Alfabeta.

Sugiyono. (2010). Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif Dan R & D. Bandung: Alfabeta.

Sugiyono. (2014). Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif Dan R & D. Bandung: Alfabeta.

Downloads

Published

11-07-2022

Issue

Section

Articles

How to Cite

Persepsi Manfaat Micro Teaching Terhadap Peningkatan Kompetensi Guru Dalam Aspek Pedagogik dan Kepribadian Pada Mahasiswa KKN STKIP Babunnajah. (2022). Metakognisi, 4(2), 39-50. https://doi.org/10.57121/meta.v4i2.29